Dampak Bencana Cibunian, Ribuan Ikan Mati Dijual Murah  

 

Pamijahan- Bencana banjir dan tanah longsor di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, tidak hanya meruntuhkan sejumlah rumah dan fasilitas umum. Kejadian bencana alam itu juga membuat perekonomian masyarakat hancur.

 

Pasalnya, kabar duka di Desa Cibunian pada Rabu (23/6) itu menghancurkan empang atau kolam budidaya ikan milik warga. Dimana warga desa Cibunian ini memang didominasi oleh petani dan pembudidaya ikan Mas.

 

Banjir dan tanah longsor pada kemarin malam, membuat ratusan atau bahkan ribuan ikan Mas terkapar bercampur lumpur. Tak sedikit dari ikan itu yang mati akibat bencana alam itu.

 

Dengan terpaksa, para pembudidaya ikan menjualnya dengan harga murah ke masyarakat atau desa sekitar. “Ikannya diobrol seharga Rp10 – Rp15 ribu per kilogram,” kata Sekretaris Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Hafidz kepada wartawan, Kamis (23/6).

 

 

Sementara, Warga Desa Cibitung Wetan, Nano Trisno memaparkan, Ikan-ikan mati yang siap panen maupun yang gagal panen itu terpaksa dikelilingkan ke masyarakat sekitar desa cibunian maupun di luar desa cibunian untuk segera dijual agar saat dijual masih dalam keadaan belum busuk.

 

“Ya mungkin kalau tidak segera dijual, nanti makin bau, kalau sudah bau nanti kasian ga ada yang beli,” katanya.

 

Ia mengaku, tak jarang masyarakat yang membeli ikan tersebut bukan karena kebutuhan, tapi karena kepedulian masyarakat terhadap korban bencana.

 

“Kalau saya engga terlalu membutuhkan sih, cuman ya kita membantu saja korban bencana. Saling peduli lah intinya mah, apalagi dengan harga murah,” ujar Nano.

 

 

Namun, Nano mengaku, para pembudidaya ikan itu tidak jarang menjual ikannya dalam keadaan mati kepada masyarakat, meski tidak dalam bencana alam yang seperti saat ini.

 

“Kalo turun hujan gede, para pemilik kolam(raning) yang berada kawasan di sekitar Cianten atau sungai terkadang membuat saluran air tersumbat,atau meluap dari permukaan kolam hingga membuat ikan mati,atau kolam bongkar selain itu bukan kawasan cibunian saja, di Pasar Rebo, Puraseda juga sama kaya gitu,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *