Program Nobat di Kabupaten Bogor Mati Suri

Kemang – bogoronline.com – Sejak program nonghol babat (Nobat) terhenti, tanpa alasan yang jelas, Tempat Hiburan Malam (THM) yang tadinya mati suri, kini kembali bergairah, mereka dengan leluasa beraktifitas, meski mendapatkan reaksi dari warga sekitar.

“Keberadaan THM itu jelas sangat meresahkan warga, karena gara-gara THM, warga yang tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis yang kerap menyajikan hiburan beraroma mengumbar syahwat itu ikut terbawa jeleknya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kemang Zien, Kamis (12/05).

 

Zien mengatakan, untuk membersihkan Kecamatan Kemang dari THM liar diperlukan ketegasan dari aparatur pemerintah. “Dulu, ketika Pak Rachmat Yasin masih menjabat Bupati, terbesit harapan dari kami, jika Kemang perlahan, namun pasti akan bebas dari masalah THM liat, namun sayangnya program Nobat yang mendapatkan dukungan alim ulama itu seperti mati suri,” ungkapnya.

Zein meminta, agar THM yang dieksekusi itu tidak tumbuh kembali, diperlukan pengawasan. “Ini penting diperhatikan, jangan sampai begitu dibongkar, tak ada tindaklanjutinya, ya minimal pemkab mengandeng PLN, agar tidak menyambungkan kembali aliran listrik di lokasi bangunan yang dibongkar,” ujarnya.

 

Berdasarkan data bogoronline.com di wilayah Kecamatan Kemang ini sedikitnya ada 30 THM dan 19 diantaranya telah diberikan surat teguran. “19 bangunan yang kita teguran itu, karena menyalahi peruntukan fungsi, kami telah minta pemiliknya mengembalikan ke fungsi semula,” kata Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono.

 

Anggota Komisi I DPRD Junedi Samsudin mengatakan masalah THM ini menjadi tantangan bagi kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang baru. “Kita sih berharap ada terobosan dari Pak Herdi, untuk menjawab keresahan masyarakat soal THM,” kata politisi PPP ini. (ZAH)