Kemang – bogoronline.com – Satu persatu seni tradisional yang menjadi warisan leluhur bangsa, kini mulai ditinggalkan, karena dianggap ketinggalan zaman, termasuk seni musik Tanjidor.
Kesenian tradisional yang menjadi ciri khas etnis Betawi, sekarang ini kesulitan mencari generasi muda untuk melestarikan jenis musik yang menggunakan terompet dan drum ini.
Di Kabupaten Bogor, meski sebagian besar warganya beretnis Sunda, namun ada beberapa kecamatan yang mayoritas warganya beretnis Betawi, seperti Bojong Gede, Tajur Halang, Kemang dan Parung.
Nah, untuk memperkenalkan, kesenian itu kepada masyarakat luas, Minggu (29/05) Kecamatan Kemang, menampilkan suguhan musik Tanjidor diacara helaran budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke – 534 tahun.
“Musik Tanjidor yang kita kenalkan ke di HJB ini, karena jenis musik ini hampir punah, lantaran minimnya minat generasi muda yang mau mempelajarinya, sehingga praktis pemain rata-rata berusia lanjut,” kata Sekretaris Kecamatan Kemang Eman.
Musik Tanjidor ini kata Emah, merupakan alkuturasi atau pembauran dari beberapa budaya seperti, Sunda, Betawi,Tionghoa dan Eropa. “Musik Tanjidor yang kita tampilkan pada helaran tahun ini, kerap kita panggil di acara-acara hajatan atau kegiatan di kecamatan,” ujar Eman.
Sementara itu, Jadong pimpinan grup musik Tanjidor Eka Galih berharap, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ikut membantu melestarikan musik ini. “Musik Tanjidor di Kecamatan Kemang ini sudah ada sejak tahun 1952 lalu,” terangnya.
Jedong mengungkapkan, sebelum era teknologi, Musik Tanjidor kerap kebanjiran order untuk mengisi acara hajatan dan lain-lainnya. “Tapi sekarang jarang sekali yang memangil kami, karena orang lebih suka dengan pertunjukan organ tunggal,” katanya.
Jedong mengungkapkan, selain minimnya generasi muda yang mau mempelajari musik ini, kesulitan lainnya adalah membeli alat-alat musik. “Harga jenis alat musik yang kita gunakan cukup mahal, yang ada sekarang ini saja warisan dari para pendahulu kami, karena jujur saja untuk membeli yang baru tidak mampu,” pungkasnya. (zah)
Tanjidor Dikenalkan Pada Helayan Budaya Peringati HJB ke – 534





