Cerita Lain Dibalik Penggerebekan Pabrik Bakso Diduga Bercampur Tawas di Kecamatan Kemang

Kemang – bogoronline.com – Tingginya konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan, banyak dimanfaatkan pembuat, penyuplai dan pedagang nakal yang ingin mengeruk keuntungan untuk menjual bahan makanan yang tak layak dikonsumsi, salah satunya bakso yang diedarkan dengan kemasan.

Fakta itu terungkap, ketika Tim Sub Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, menggerebek pabrik bakso  yang proses pembuatannya diduga menggunakan zat kimia berbahaya seperti tawas di  di Kampung Parakan RW 4, Desa Kemang,Kecamatan Kemang.

“Pabrik bakso itu bisa beroperasi, karena mendapatkan beking dari sejumlah pihak, yang membuat warga setempat enggan melaporkan ke petugas,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Bambang Triana, kepada wartawan Selasa (21/06).

Menurut Bambang, pabrik bakso tersebut tidak mengantongi izin  dari mulai izin perdagangan hingga izin lokasi dan IMB. “Sang pemilik sebelum dijadikan tersangka, pernah masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya.

Sebelum membuka usahanya di Kemang, kata Bambang, tersangka berusaha di Pamulang, Tengerang Selatan lalu pindah ke Parung. Karena tercium aparat dia pindah lagi ke Sentul. Di Sentul juga mulai tercium hingga dia tertangkap di Parakan Salak, Kecamatan Kemang,” ungkapnya.

Selain mengandung tawas, pabrik bakso yang mengaku memiliki legalitas usaha CV Monalisa ini, ternyata menggunakan daging impor kedaluarsa tak layak konsumsi.”Kita ke sana baunya minta ampun. Ternyata di pabrik itu memakai daging impor kedaluwarsa untuk produksinya. Masyarakat sekitar yang bekerja di sana juga memakai masker berlapis saat bekerja,” terangnya.

Dia menjelaskan, pabrik bakso ilegal tersebut mampu memproduksi 500 kuintal bakso/ hari dan dijual ke luar Kabupaten Bogor. “Untungnya produk bakso tersebut tidak dijual di Bogor. Selain bahan baku dan alat produksi yang disita, satu unit truk dan dua mobil boks juga ikut disita oleh polisi,” jelasnya.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen  Pol. Dharma Pongrekun mengatakan, terungkapnya pabrik bakso yang menggunakan tawas sebagai bahan pembersih dan pengawet ini, berkat adanya informasi dari masyarakat. “Sebelumnya sudah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Tim Lidik Subdit III. Hasilnya, proses produksi di pabrik ini, menggunakan bahan berbahaya berupa tawas yang didapatkan dari toko di wilayah Bekasi,”tutupnya. (zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.