Limusnunggal Diratakan, THM Cibinong “Dipelihara”

Cileungsi-bogoronline.com-Tempat lokalisasi di Blok Anggrek, Pangkalan 12 Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor telah diratakan oleh Satpol PP bersama tim gabungan dari Polres Bogor dan TNI, Sabtu (4/6) kemarin. Namun, sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang diduga menyediakan jasa “esek-esek” di wilayah Cibinong terkesan “dipelihara.”

Kanit Satpol PP Kecamatan Cileungsi Hendrik Edmond mengatakan, ada 24 bangunan yang dibongkar. “Seluruhnya telah diberikan surat peringatan dan segel terlebih dahulu, karena bangunan digunakan untuk ajang prostitusi dan para pemilik tidak ada yang mau membongkar sendiri maka kami bongkar,” kata Hendrik.

Hendrik menambahkan, pembongkaran warung remang-remang (Warem) Limusnunggal dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan agar umat muslim tenang dalam menjalankan ibadahnya. “Kita harus menghargai kaum muslim yang akan menjalankan ibadah puasa. Adanya THM seperti ini memang sangat meresahkan masyarakat,” imbuhnya.

Pantauan bogoronline.com dilokasi, bangunan yang biasa menyajikan musik-musik dangdut koplo dengan lampu kerlap-kerlip dari Blok Roha Anggrek, Blok Coklat, dan Blok Adidas telah rata dengan tanah, namun “sri cafe dangdut” yang tepat dijalan raya Limusnunggal luput dari pembongkaran.

Selain itu, disela-sela pembongkaran, petugas Satpol PP menemukan sejumlah bungkus alat kontrasepsi dan juga penolakan dari pemilik cafe. “Kalau penolakan ada saja, bahkan dengan menaruh orang tua seolah-olah itu milik orang tua yang sudah jompo agar kami merasa kasihan, tapi ternyata setelah kita geledah ditemukan banyak kondom dan orang tua tersebut ternyata bukanlah pemiliknya, tetap kita bongkar,” ungkap Kasi Dal Ops Ruslan.

“Dimulai dengan pergerakan di Kemang yang waktu minggu kemarin kami bongkar 26-30 bangunan. Hari ini kita bongkar total 24 THM dari 3 titik yaitu Adidas, Roha anggrek, kemudian Blok Coklat. Ini didasarkan kepada Perda IMB dan Perda Ketertiban Umum Nomor 4 Tahun 2011 dan No. 12 Tahun 2009. Jadi semua bangunan ini tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan sudah mengganggu ketertiban umum,” kata Kabid Dal Ops Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan.

Sementara itu, aktivis mahasiswa menilai, pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap THM di Limusnunggal dan Kemang beberapa waktu lalu memang tepat menjelang bulan puasa. Bahkan, dirinya memberikan apresiasi atas pembongkaran tersebut. Namun, sangat disayangkan, sejumlah THM di kawasan Cibinong malah terkesan dibiarkan.

“Ini yang didepan mata masih tetap dibiarkan, kalau malam hari di ruko-ruko kawasan terminal Cibinong kan ramai banyak cafe-cafe yang menyediakan wanita penghibur, sudah bertahun-tahun beroperasi tapi belum pernah dilakukan penyegelan ataupun penghentian kegiatan, ini kan sama saja dengan pembiaran dan tebang pilih,” kata ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah.

Alonk sapaannya menambahkan, bangunan yang digunakan oleh cafe-cafe “bodong” dikawasan terminal Cibinong tersebut juga disinyalir belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, pihaknya terus memantau sejumlah THM di Bumi Tegar Beriman selama bulan suci Ramadhan. “Kalau masih tetap buka, kami akan kerahkan masa,” ungkapnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.