by

Anggota DPRD Belum Percaya Sukamakmur Urutan Buncit IPM

BOGORONLINE.com, SUKAMAKMUR-Rangkaian pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan di wilayah Timur Kabupaten Bogor, berakhir di Sukamakmur. Daerah yang menyimpan banyak potensi wisata itu, mulai dilirik investor setelah Mantan Camat Beben Suhendar mendengungkan Jalur Puncak ll untuk menarik para pemilik uang.

Kedatangan investor serta merta merubah pola hidup masyarakatnya. Bahkan saat ini, sudah menyerupai puncak 1 dengan menjamurnya rumah singgah. Kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik dengan meningkatnya daya beli.

Namun hal itu tidak dibarengi dengan kenaikan tingkat pendidikan formal. Sehingga angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih menjadi nomor buncit alias urutan 40 di Kabupaten Bogor.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang berasal dari Sukamakmur, Ansori Setiawan belum menerima kenyataan itu. Menurut dia, saat ini sudah banyak sekolah formal, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saya belum bisa menerima kalau Sukamakmur berada di urutan paling bawah IPM-nya. Karena, disini sudah banyak sekolah formal, dari SD sampai SMA. Bahkan disini ada satu kampung yang menggunakan bahasa inggris,” kata Ansori usai menghadiri musrenbang, Kamis (6/2).

Anggota Fraksi Gerindra ini berjanji akan memperjuangkan masyarakat agar bisa meningkatkan IPM. Diantaranya, memperbaiki infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Saya akan memperjuangkan agar anggaran bisa digiring kesini. Terutama perbaikan infrastruktur serta pelayanan kesehatan agar lebih baik,” tegas Anggota Komisi 1 ini.

Camat Sukamakmur Agus Manjar merespon positif. Ia mengatakan, hasil statistik yang menjadi penilaian dalam menentukan IPM adalah pendidikan formal. Karenanya, ia akan memperhatikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar lebih banyak yang ikut belajar denga sistim paket guna meningkatkan IPM.

“Perlu kita memperhatikan PKBM agar banyak yang ikut belajar paket. Terutama warga yang putus sekolah dan masih memiliki potensi untuk merubah masa depannya. Hanya dengan itu, IPM bisa naik,” tandas Agus Manjar. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed