by

Banting Setir dari Usaha Tahu, Kini Sukses Kembangkan Bisnis Susu Kedelai

Reporter: M Habibur Rohman

Kacang kedelai merupakan bahan baku yang bisa dioleh menjadi beraneka macam produk. Banyak produk hasil olahan kedelai yang menjadi favorit masyarakat dari dulu hingga kini, seperti tahu dan tempe.  Salah satu olahan kedelai yang tak kalah favorit adalah susu kedelai, yakni minuman yang dibuat dari sari kacang kedelai.

Berawal dari usaha produksi tahu, Ani (45), kini raih kesuksesan dalam mengembangkan bisnis susu kedelai yang digelutinya sejak 11 tahun yang lalu, tapatnya pada tahun 2008. Saat itu, usaha produksi tahu yang dirintisnya sejak tahun 2006 mulai goyah karena ketatnya persaingan pasar. Selain itu, salah satu penyebab Ani melakukan banting setir dan terjun ke bisnis susu kedelai adalah faktor tenaga. Usaha produksi tahu yang sebelumnya ditekuni Ani membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak, dan jika boleh dibilang, hasil yang diperoleh dari bisnis susu kedelai jauh lebih besar dengan kebutuhan waktu dan tenaga yang lebih sedikit. Atas dasar itulah, akhirnya Ani berhenti memproduksi tahu dan fokus mengembangkan susu kedelai.

Susu kedelai produksi Ani saat ini dipasarkan di lingkup lokal, yakni pasar induk dan pasar-pasar kecil di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Ani yakin, produk susu kedelai ini mampu bersaing di lingkup pasar yang lebih luas, hanya saja kini produksi masih dalam sekala kecil dan dengan cara tradisional. Oleh karena itu, distribusi produk susu kedelai ini hanya mempau menjangkau pasar lokal karena terbatas pada daya tahan produk yang tidak begitu lama. Pasalnya, susu kedelai yang diproduksi Ani tidak dicampur oleh pengawet, sehingga hanya bisa bertahan dalam jangka waktu satu hari saja.  Selain itu, untuk menjangkau pasar yang lebih luas juga diperlukan kemasan khusus untuk menjaga susu kedelai agar tetap awet dan kualitasnya terjaga. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi Ani, karena saat ini, susu kedelai hasil produksinya hanya dikemas secara tradisional dengan plastik es dengan isi 150 ml tanpa ada merek dan logo.

Meski begitu, susu kedelai buatan Ani tetap menjadi laris-manis di pasaran. Buktinya, dalam sehari Ani mampu memproduksi susu kedelai dengan rata-rata jumlah produksi 400 hingga 600 bungkus per hari dan selalu habis. Peminat tertinggi produk susu kedelai buatan Ani ini adalah anak-anak, pasalnya, selain rasanya yang nikmat, susu kedelai buatan Ani juga memiliki 4 varian rasa, yakni rasa original, rasa strawberry, rasa pandan, dan rasa anggur.

Untuk menghasilkan susu kedelai yang berkualitas, diperlukan beberapa langkah produksi yang lumayan panjang. Pertama, kedelai harus direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 8 jam. Hal ini bertujuan untuk membuat tekstur kedelai lebih lunak dan mudah saat digiling. Selain itu, proses perendaman juga berfungsi agar kulit ari kedelai bisa mengelupas dan susu kedelai yang dihasilkan tidak berbau langu, ujar Ani. Setelah direndam, barulah kacang kedelai yang sudah direndam digiling dengan mesin diesel sambil dicampur air secukupnya.

“Kalau nggak direndam, susu kedelai jadi langu. Kalau langu orang-orang nggak doyan.” Tambahnya.

Selanjutnya, hasil gilingan kacang kedelai disaring dengan kain tipis untuk memisahkan sari kedelai dengan ampasnya. Sari kedelai inilah yang nantinya akan diolah menjadi susu kedelai. Setelah disaring dan dipisahkan dari ampasnya, sari kedelai dimasak dengan cara yang masih tradisional, yakni dengan tungku api dan kayu bakar.  Sari kedelai dimasak hingga mendidih lalu ditambahkan garam dan gula putih sebagai pemanis. Tidak lupa, pewarna makanan juga ditambahkan untuk menghasilkan susu kedelai dengan berbagai varian yang berbeda.

Setelah mendidih, susu kedelai kembali di saring dengan kain putih. Setelah itu barulah susu kedelai yang sudah jadi siap dikemas ke dalam plastik es masing-masing kurang lebih sebanyak 150 ml per satu bungkus. Selain rasa yang nikmat, salah satu keunggulan susu kedelai buatan Ani ini adalah harganya yang sangat terjangkau. Tiap bungkus susu kedelai ini hanya dibandrol Rp.1000 rupiah saja.

Ani yakin,bisnis susu kedelai yang ditekuninya sejak 11 tahun lalu ini masih memiliki masa depan yang cerah dan mampu mengangkat perekonomian keluarga. Banyaknya produk susu kedelai yang muncul dengan kemasan dan teknologi yang lebih canggih tidak membuat Ani khawatir. Ani masih optimis, dengan keunggulan produknya yakni dari segi rasa dan tanpa tambahan bahan pengawet, produk susu kedelainya masih mampu menjadi minuman favorit masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed