Pedagang Timun Suri Padati Bahu Jalan Raya Kemang – Parung

RAMAI : Nampak terlihat para pembeli timun suri dibahu Jalan Raya Kemang – Parung yang antusias untuk menikmati berbuka puasa dengan membeli timun.
KEMANG – Bogoronline – Pedagang timun suri padati bahu Jalan Raya Kemang – Parung, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, sejak awal memasuki bulan Ramadhan

Bahkan, para pedagang membuat jongklok seperti seremoni tahunan.

Dari informasi yang dihimpun, dalam sehari pedagang timun itu dapat mengantongi keuntungan minimal Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per harinya.

Tak hanya itu, timun yang lekat dengan warna kekuningan itu juga memiliki enam manfaat, diantaranya bagi kesehatan tubuh dan kecantikan.

Bahkan, buah untuk meredakan panas dalam itu merupakan salah satu jenis buah yang banyak di budidayakan di Indonesia.

Dengan memiliki rasa agak sedikit manis dan gurih, timun suri cukup popoler, sebab bisa di olah sebagai olahan makanan atau minuman yang nikmat.

Salah satunya, di jadikan sebagai rujak. Maka dari itu, timun suri dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk kosmetik.

Meskipun namanya adalah timun suri, buah itu bukan termasuk kedalam jenis mentimun, namun lebih dekat dengan keluarga labu-labuan.

Dari segi ukuran, lebih besar dari mentimun, namun kesamaannya dengan buah mentimun adalah sama-sama memiliki kadar air yang banyak dan juga bentuk bijinya yang hampir mirip.

Seorang pedagang timun suri, Imad (37) menuturkan, buah yang ia jajakan tersebut merupakan hasil panen dari wilayah Kecamatan Kemang.

“Alhamdulilah, hasil penjualan hari ini lumayan. Dan, setiap tahun sudah seperti tradisi untuk berjualan disini,” ucapnya.

Imad mengaku, pembeli tak hanya berasal dari wilayah Kota dan Kabupatan Bogor.

“Banyak juga pembeli dari luar wilayah Bogor, seperti Jakarta, Depok dn Tanggerang,” paparnya.

Bahkan, banyak penjual timun suri yang mengambil buah itu ke lapak miliknya untuk dijual kembali diluar wilayah Bogor.

“Semoga penjualan di bulan penuh berkah ini dapat lebih baik,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, timun suri biasanya dijual dalam bentuak satuan (tak dikilo,red).

“Biasanya untuk ukuran besar, saya jual dengan harga Rp 8 ribu, dan ukuran kecil dijual dengan harga Rp 3 ribu,” jelasnya.(san/die)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.