Proyek Renovasi Gedung Kesenian Menuai Kritik

Cibinong-bogoronline.com -Pengerjaan proyek renovasi Gedung Kesenian di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinog, Kabupaten Bogor, disoal oleh sejumlah kalangan. Sebab, perbaikan Gedung Kesenian yang hannya pengecetan dan pengerjaan pavingblok sepanjang 213 meter itu, menelan anggaran Rp 2,6 milyar dikerjakan oleh PT Joglo Multi Ayu itu, tanpa papan proyek.

Anehnya, meskipun Gedung Kesenian tersebut dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, namun proyek tersebut merupakan rangkaian dari perbaikan Stadion Pakansari yang notabenenya dibawah naungan Dispora Kabupaten Bogor, hal ini pun ditengarai terindikasi sarat penyimpangan.

“Memang tidak adanya papan proyek disini, karena kita tidak ada dalam RAB. Tapi, saya hanya pelaksana dilapangan mas, soal RAB silahkan langsung tannya ke PT Joglo Multi Ayu,” kilah Munandar selaku pengawas dilokasi proyek tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi mengatakan, bahwa proyek renovasi Gedung Kesenian yang menelan anggaran hingga 2,6 milyar itu, harus memasang papan pengumuman proyek. Sebab, papan proyek itu, sangat lah jelas untuk memberikan informasi kepublik dalam proyek rehabilitasi gedung tersebut. “Papan proyek harus dipasang, karena itu bagian dari tahapan pengerjaan,” kata Egi.

Menurutnya, bahwa pihaknya bakal mengunjungi proyek tersebut. “Kami akan meninjau langsung proyek itu, untuk mencari tahu dan mengawasi apakah benar banyak ditemukan kejanggalan dalam proses penggunaan anggarannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Egi menjelaskan, bahwa intansi terkait yakni Disbudbar dan Dispora  berhak melakukan pemantauan pada rehabilitas Gedung Kesenian tersebut. “Seharusnya yang berhak melakukan renovasi gedung kesenian itu adalah Disbudpar dan Dispora. Akan tetapi, saya belum bisa memberikan komentar mengenai hal tersebut, dan akan mencari kejelasannya terlebih dahulu seperti apa,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi, mengatakan, seharusnya dalam pekerjaan proyek tersebut, yang menjadi tanggung jawab yaitu  Dispora Kabupaten Bogor. “Untuk kewenangannya itu ada di Dispora yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan mata anggaran yang diajukan dari Disbudpar. Dua intansi itu lah yang harus melakukan pengawasan dalam pembangunan itu,” ujarnya.

Tambah dia, bahwa papan plang proyek wajib harus dipasang agar bisa diketahui oleh masyarakat Kabupaten Bogor. “Proyek itu dari APBD dan harus diperlihatkan kepada masyarakat. Nanti, setelah kegiatan PON, saya akan sidak keproyek tersebut,” tukasnya. (di)